12 Teknik Dasar Sepak Bola Terbaik untuk Pemula 2026
12 Teknik Dasar Sepak Bola Terbaik untuk Pemula 2026
Penguasaan bola menjadi teknik dasar sepak bola nomor satu karena menentukan kualitas operan, dribel, dan tembakan dalam satu rangkaian gerak. Pemain sepak bola di lapangan standar berjumlah 11 orang per tim, sedangkan pertandingan resmi mengikuti Laws of the Game dari IFAB. Panduan Sepak Bola menempatkan kontrol bola sebagai dasar terbaik, disusul operan dan dribel, karena ketiganya paling sering digunakan dalam setiap fase permainan. FIFA World Cup 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sehingga pemahaman teknik tetap relevan bagi penggemar, pelatih pemula, maupun pembaca yang mengikuti prediksi dan statistik pertandingan. Mulailah dengan latihan kontrol menggunakan kaki bagian dalam selama 10 menit, lalu tambahkan operan pendek dan dribel dengan kepala terangkat. Dengarkan baik-baik—ini bagian yang paling penting: teknik sederhana yang dilakukan benar jauh lebih berharga daripada gerakan rumit yang membuat bola kabur seperti dompet setelah salah membaca pertandingan.

Sepak bola memang tampak sederhana dari tribun: bola bergerak, pemain mengejar, lalu seseorang berteriak karena umpan melenceng tiga meter. Namun, koordinasi tubuh, keputusan cepat, dan pemahaman ruang menentukan apakah sebuah gerakan menghasilkan peluang atau justru serangan balik untuk lawan. Menurut FIFA Training Centre, teknik individu sebaiknya dilatih bersama pengambilan keputusan, bukan hanya melalui pengulangan mekanis. Panduan Sepak Bola membahas teknik dasar sepak bola dengan pendekatan berurutan, termasuk kesalahan umum, ukuran latihan, dan penerapannya dalam pertandingan resmi. Informasi ini melengkapi aturan permainan IFAB, khususnya tentang jumlah pemain, pelanggaran, dan situasi bola mati. Jika ingin memahami konteks pertandingan sebelum menganalisis taktik, lihat panduan membaca formasi sepak bola.
Berikut rekomendasi awal sebelum latihan dimulai:
- Gunakan sepatu yang sesuai permukaan lapangan dan lakukan pemanasan 8–12 menit.
- Latih kaki dominan dan kaki non-dominan dengan rasio minimal 3:1.
- Ukur keberhasilan dari akurasi, kontrol, dan keputusan, bukan hanya kekuatan.
- Berhenti jika muncul nyeri tajam pada lutut, pergelangan kaki, atau paha.
Untuk memperdalam materi teknik dan analisis pertandingan, mulai dari panduan berikut.
12 Teknik Dasar Sepak Bola dalam Sekilas Pandang
Daftar ini merangkum 12 teknik dasar sepak bola berdasarkan frekuensi penggunaan, pengaruh terhadap penguasaan bola, serta risiko kesalahan bagi pemain pemula. Kontrol bola berada di peringkat pertama karena hampir semua tindakan setelah menerima bola bergantung pada sentuhan awal. Operan menempati posisi kedua sebab permainan 11 lawan 11 membutuhkan sirkulasi bola dan dukungan antarpemain, sedangkan dribel berada di posisi ketiga karena efektif untuk melewati lawan, tetapi lebih berisiko kehilangan penguasaan. Peringkat bukan berarti teknik terakhir tidak penting; tekel, sundulan, dan penjagaan ruang tetap menentukan hasil ketika pertandingan berlangsung ketat. Perhatikan juga konteks posisi: penjaga gawang membutuhkan tangkapan dan distribusi, bek memerlukan tekel serta sapuan, sementara penyerang lebih sering menggunakan kontrol, dribel, dan penyelesaian. Sepak bola tidak memberi medali untuk gerakan paling bergaya; bola yang aman dan keputusan tepat biasanya lebih berguna.
- Kontrol bola: menerima dan menyiapkan bola untuk tindakan berikutnya.
- Operan: memindahkan bola secara akurat kepada rekan.
- Dribel: membawa bola sambil mempertahankan penguasaan.
- Tembakan: mengarahkan bola ke gawang untuk mencetak gol.
- Penguasaan ruang: bergerak tanpa bola untuk membuka jalur.
- Penjagaan lawan: membatasi pilihan pemain lawan.
- Tekel berdiri: merebut bola tanpa menjatuhkan lawan.
- Sundulan: memainkan bola menggunakan dahi secara terarah.
- Lemparan ke dalam: mengembalikan bola dari sisi lapangan.
- Sapuan: menjauhkan bola dari area pertahanan.
- Gerak tipu: mengelabui lawan melalui perubahan arah.
- Teknik penjaga gawang: menangkap, menepis, dan menyalurkan bola.
Ringkasan Peringkat Teknik
| Peringkat | Teknik | Kegunaan utama |
|---|---|---|
| 1 | Kontrol bola | Menjaga sentuhan pertama |
| 2 | Operan | Menghubungkan antarpemain |
| 3 | Dribel | Melewati lawan |
| 4 | Tembakan | Menghasilkan gol |
| 5 | Penguasaan ruang | Membuka pilihan umpan |
| 6 | Penjagaan lawan | Mengurangi ruang gerak |
| 7 | Tekel berdiri | Menghentikan serangan |
| 8 | Sundulan | Duel udara dan bola mati |
| 9 | Lemparan ke dalam | Memulai kembali permainan |
| 10 | Sapuan | Mengamankan area berbahaya |
| 11 | Gerak tipu | Menciptakan keunggulan satu lawan satu |
| 12 | Teknik penjaga gawang | Melindungi gawang |
#1 Kontrol Bola: Dasar Terbaik Secara Keseluruhan
Kontrol bola adalah kemampuan menerima, meredam, dan menempatkan bola agar tindakan berikutnya dapat dilakukan dalam satu atau dua sentuhan. Teknik ini menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, telapak, paha, dada, atau kepala sesuai arah dan ketinggian bola. Kontrol yang baik mengurangi waktu keputusan dan menjaga bola tetap berada dalam jarak aman.
Sentuhan pertama sebaiknya tidak selalu menghentikan bola tepat di bawah tubuh. Dalam pertandingan, arahkan bola ke ruang kosong yang aman, misalnya 30–60 sentimeter ke sisi tubuh, sehingga langkah berikutnya dapat berupa operan atau dribel. Gunakan kaki bagian dalam untuk bola datar, telapak untuk menghentikan bola perlahan, dan paha atau dada untuk bola melambung. Pandangan perlu berpindah dari bola menuju ruang dan posisi lawan; menatap bola terus-menerus membuat pemain terlambat membaca tekanan. Studi pembelajaran motorik dalam British Journal of Sports Medicine menekankan pentingnya latihan yang menyerupai situasi permainan, sehingga latihan kontrol sebaiknya memakai tekanan waktu dan lawan pasif. Dengarkan baik-baik—ini bagian yang paling penting: kontrol yang terlalu keras sering lebih merusak daripada operan yang kurang kuat, karena lawan langsung mendapatkan undangan gratis untuk merebut bola.
Latihan praktis selama 15 menit:
- Pantulkan bola ke dinding, lalu kontrol dengan kaki kanan dan kiri secara bergantian.
- Terima operan dari jarak 5 meter dan arahkan sentuhan pertama ke sisi berbeda.
- Tambahkan pemain bertahan pasif setelah mampu mencapai akurasi 8 dari 10 percobaan.
- Catat bola yang lepas lebih dari 1 meter; angka itu menunjukkan kontrol belum siap dipakai dalam tekanan.
Untuk melihat penerapan kontrol dalam susunan tim, baca panduan analisis taktik berikut.
#2 Operan: Terbaik untuk Kerja Sama Tim
Operan adalah teknik mengirim bola kepada rekan dengan arah, kecepatan, dan waktu yang sesuai. Operan kaki bagian dalam paling aman untuk jarak pendek, punggung kaki cocok untuk jarak lebih jauh, sedangkan umpan lambung digunakan melewati garis pertahanan. Akurasi operan lebih penting daripada kekuatan semata.
Sebelum mengoper, pemain perlu memindai lapangan setidaknya sekali untuk mengetahui posisi rekan dan lawan. Kaki tumpu ditempatkan di samping bola, badan menghadap sasaran, lalu ayunan kaki mengikuti arah operan. Untuk operan pendek, bagian dalam kaki menciptakan permukaan kontak yang luas; untuk umpan panjang, punggung kaki menghasilkan kecepatan dan jarak. Variasi yang sering dilupakan adalah operan terobosan, yaitu bola diarahkan ke ruang yang akan dimasuki rekan, bukan ke posisi rekan saat ini. Dalam sepak bola modern, data UEFA menunjukkan bahwa kualitas keputusan dan struktur dukungan sangat memengaruhi progresi bola. Kalimat aturan IFAB yang patut diingat adalah, “Pemain berada dalam posisi offside bukan pelanggaran dengan sendirinya”; pelanggaran terjadi ketika ia terlibat aktif dalam permainan. Artinya, pengoper dan penerima harus memahami garis pertahanan, bukan sekadar menendang bola secepat mungkin.
Gunakan pola latihan berikut agar operan tidak menjadi pesta bola liar:
- Operan dua sentuhan dengan jarak 5 meter selama 3 menit.
- Operan satu sentuhan dalam bentuk segitiga selama 5 menit.
- Operan menuju target bergerak sebanyak 20 percobaan.
- Ulangi dengan kaki non-dominan dan target akurasi minimal 70 persen.
- Tambahkan satu pemain penekan setelah pola dasar stabil.
#3 Dribel: Pilihan Terbaik untuk Melewati Lawan
Dribel adalah kemampuan membawa bola sambil mengubah arah, kecepatan, dan posisi tubuh untuk melewati lawan atau memasuki ruang kosong. Kaki bagian dalam dan luar digunakan untuk sentuhan terarah, sedangkan punggung kaki membantu membawa bola lebih cepat. Dribel efektif ketika pemain memiliki ruang, dukungan, dan alasan taktis yang jelas.
Kesalahan pemula biasanya bukan kurangnya kecepatan kaki, melainkan terlalu banyak menyentuh bola tanpa memindai situasi. Dalam ruang sempit, jaga bola sekitar 20–40 sentimeter dari kaki; di ruang terbuka, sentuhan dapat diperpanjang agar kecepatan lari meningkat. Perubahan tempo sering lebih efektif daripada rangkaian gerak tipu yang rumit: perlambat langkah, tunggu lawan memindahkan berat badan, lalu dorong bola ke sisi berlawanan. Pemain seperti Lionel Messi sering dijadikan contoh karena mampu menjaga pusat gravitasi rendah, tetapi meniru gaya tanpa memahami jarak dan timing hanya akan menghasilkan koreografi mahal. Panduan Sepak Bola menyarankan latihan dalam koridor 8 x 12 meter, dengan satu atau dua lawan pasif, agar pengambilan keputusan tetap menjadi bagian latihan. Jika ingin membandingkan dribel dengan gerak tanpa bola, gunakan teknik pergerakan pemain tanpa bola.

Latihan dribel yang terukur meliputi:
- Dribel zig-zag melewati 6 kerucut dengan jarak 1 meter.
- Perubahan arah 45 derajat, 90 derajat, dan 180 derajat.
- Dribel melewati lawan pasif dengan tiga pilihan keluar.
- Permainan 3 lawan 3 di area kecil untuk melatih keputusan.
- Penghitungan kehilangan bola, bukan hanya waktu tercepat.
Bagaimana Cara Menguasai Tembakan dan Penyelesaian?
Tembakan yang efektif menggabungkan posisi tubuh, kaki tumpu, titik kontak, arah pandangan, dan keseimbangan setelah menendang. Punggung kaki menghasilkan tenaga, kaki bagian dalam meningkatkan akurasi, sedangkan ujung kaki dapat digunakan dalam situasi sempit tetapi sulit dikendalikan. Pemain perlu melatih tembakan dari berbagai sudut, bukan hanya dari depan gawang.
Sebelum menembak, sentuhan pertama harus menyiapkan bola di depan kaki yang digunakan. Letakkan kaki tumpu di samping bola, arahkan ujungnya menuju sasaran, lalu condongkan tubuh sedikit ke depan agar bola tidak melambung tanpa alasan. Untuk tendangan keras, kunci pergelangan kaki dan kenakan bagian tali sepatu pada bagian tengah bola; untuk tembakan akurat, gunakan kaki bagian dalam dan pilih sudut yang tersedia. Penyerang juga harus belajar menembak setelah menerima operan menyilang, bola muntah, atau tekanan bek. Ukur latihan dengan target: misalnya 20 tembakan, minimal 12 mengarah ke gawang dan 6 menuju sudut yang ditentukan. IFAB menetapkan bahwa gol terjadi ketika seluruh bola melewati garis gawang di antara tiang dan di bawah mistar, selama tidak ada pelanggaran; garis gawang penuh menjadi pembeda penting dalam keputusan video. Jadi, jangan merayakan bola yang “hampir masuk” terlalu lama—sepak bola tidak mengenal bonus untuk niat baik.
Mulai latihan penyelesaian dengan urutan berikut:
- Tembakan kaki bagian dalam dari jarak 8 meter.
- Tembakan punggung kaki dari jarak 12 meter.
- Penyelesaian satu sentuhan setelah umpan silang.
- Tembakan setelah dribel pendek dari sisi kanan dan kiri.
- Tembakan dengan kaki non-dominan sebanyak 10 kali.
Lihat juga panduan latihan shooting sepak bola untuk variasi latihan yang lebih aman.
Apa Teknik Bertahan yang Paling Sering Menentukan Hasil?
Teknik bertahan yang paling menentukan adalah penjagaan posisi, tekel berdiri, intersep, dan sapuan karena semuanya mengurangi peluang lawan sebelum tembakan terjadi. Pemain bertahan harus menjaga jarak, mengarahkan lawan ke area kurang berbahaya, dan merebut bola tanpa kontak ilegal. Tekel meluncur sebaiknya menjadi pilihan terakhir, bukan gerakan pembuka.
Pertahanan dimulai sebelum bola tiba di kaki penyerang. Bek perlu memindai bahu, menjaga posisi di antara lawan dan gawang, lalu menunda serangan agar rekan memiliki waktu kembali. Tekel berdiri dilakukan dengan satu kaki mendekati bola ketika peluang kontak jelas; badan harus seimbang agar tidak mudah dilewati jika tekel gagal. Intersep berbeda dari tekel karena pemain membaca jalur operan dan memotong bola sebelum diterima. Sapuan dilakukan ketika kontrol aman tidak memungkinkan, khususnya di dalam kotak penalti atau dekat garis gawang. Menurut IFAB Laws of the Game, kontak yang ceroboh, sembrono, atau menggunakan kekuatan berlebihan dapat berujung pelanggaran dan kartu. Edge praktis yang sering tidak disebut: setelah merebut bola, jangan langsung menendang tanpa arah jika rekan tidak siap; sapuan ke sisi lapangan biasanya lebih aman daripada mengirim bola kembali ke tengah.
Bagaimana Cara Melatih Sundulan, Lemparan, dan Bola Mati?
Sundulan, lemparan ke dalam, dan bola mati perlu dilatih dengan teknik tubuh yang aman serta pemahaman aturan IFAB. Sundulan menggunakan dahi, bukan bagian atas kepala, sementara lemparan ke dalam memerlukan kedua tangan, bola dari belakang kepala, dan kedua kaki menyentuh tanah. Bola mati menuntut koordinasi, komunikasi, dan variasi arah.
Untuk sundulan, tekuk lutut, gunakan dorongan dari pinggul, lalu arahkan dahi ke sasaran; jangan hanya menunggu bola mengenai kepala. Latihan dapat dimulai dengan bola lunak atau lemparan pelan pada jarak 3–5 meter, kemudian meningkat ke situasi perebutan udara. Lemparan ke dalam harus dilakukan dari titik bola keluar, dan lawan berjarak sesuai ketentuan pertandingan; kesalahan umum adalah mengangkat satu kaki atau melepaskan bola dari samping kepala. Pada tendangan bebas dan sepak pojok, satu pemain perlu memberi aba-aba jelas, sementara pemain lain menggunakan pola lari berbeda untuk mengganggu penjagaan. Panduan FIFA Laws of the Game menjelaskan bahwa bola mati bukan sekadar kesempatan menendang, melainkan fase terstruktur yang menggabungkan posisi, waktu, dan ruang. Anak-anak khususnya tidak boleh dipaksa melakukan sundulan berulang dengan bola keras; keamanan kepala harus mendahului ambisi mencetak gol.

Bagaimana Kami Menentukan Peringkat Teknik Dasar Sepak Bola?
Peringkat teknik dasar sepak bola disusun berdasarkan frekuensi penggunaan, pengaruh terhadap keputusan permainan, kemudahan pelatihan, dan risiko kesalahan. Kontrol, operan, dan dribel berada di tiga besar karena muncul dalam hampir semua fase pertandingan, sedangkan teknik bola mati dan penjaga gawang lebih bergantung pada posisi tertentu. Penilaian ini bukan pengganti kurikulum pelatih berlisensi.
Bobot yang digunakan Panduan Sepak Bola adalah:
- Frekuensi penggunaan dalam pertandingan: 30 persen.
- Dampak terhadap penguasaan dan peluang: 25 persen.
- Relevansi untuk semua posisi: 20 persen.
- Kemudahan diukur melalui latihan: 15 persen.
- Risiko cedera dan kesalahan teknis: 10 persen.
Dua wawasan penting perlu dicatat. Pertama, teknik dengan peringkat tinggi tidak selalu paling menarik untuk ditonton; kontrol sederhana sering menjadi penyebab tidak terlihat dari serangan yang berhasil. Kedua, kaki non-dominan sebaiknya dilatih sejak awal karena ketergantungan pada satu kaki mengurangi sudut operan dan membuat arah permainan mudah ditebak. Rekomendasi praktisnya adalah membagi sesi 60 menit menjadi 15 menit kontrol, 15 menit operan, 15 menit dribel atau tembakan, dan 15 menit permainan kecil. Catat tiga indikator: akurasi operan, kehilangan bola, dan keputusan setelah menerima bola. Angka-angka itu lebih berguna daripada klaim bahwa latihan terasa “sudah mantap”, karena perasaan percaya diri kadang muncul tepat sebelum bola dikirim ke parkiran.
Teknik Mana yang Harus Dipilih Lebih Dahulu?
Pemula sebaiknya memulai dari kontrol bola, operan pendek, dan dribel dasar sebelum mempelajari gerak tipu, tekel meluncur, atau strategi bola mati. Pemain bertahan perlu menambah penjagaan posisi dan intersep, sementara penyerang harus memberi porsi lebih besar untuk tembakan serta pergerakan tanpa bola. Pilih berdasarkan posisi, usia, kondisi fisik, dan tujuan latihan.
Gunakan rencana empat minggu berikut:
- Minggu pertama: kontrol kaki kanan-kiri dan operan kaki bagian dalam.
- Minggu kedua: dribel dengan perubahan arah serta pemindaian ruang.
- Minggu ketiga: tembakan dari 8–15 meter dan penyelesaian satu sentuhan.
- Minggu keempat: permainan kecil 3 lawan 3 atau 5 lawan 5 dengan target keputusan.
- Setiap akhir minggu: catat akurasi, jumlah kehilangan bola, dan kemampuan menggunakan kaki non-dominan.
Untuk penjaga gawang, tambahkan tangkapan bola rendah, posisi tubuh, lemparan, dan distribusi kaki. Untuk semua pemain, latihan harus dihentikan ketika teknik mulai rusak karena kelelahan; pengulangan buruk justru menguatkan kebiasaan buruk. Panduan Sepak Bola juga membahas prediksi pertandingan, taktik tim, statistik pemain, dan liputan Piala Dunia FIFA 2026, tetapi analisis pertandingan tetap sebaiknya dimulai dari fondasi teknik. Jika ingin memperluas pemahaman, buka statistik pemain dan analisis pertandingan 2026.
Secara ringkas, kuasai kontrol lebih dahulu, lalu bangun operan dan dribel sebelum mengejar tembakan keras atau gerak tipu spektakuler. Latihan terukur selama 30–60 menit, dua sampai empat kali per minggu, cukup untuk membentuk kebiasaan awal bila dilakukan konsisten. Jangan mengabaikan pemanasan, sepatu, permukaan lapangan, dan istirahat karena cedera dapat menghentikan progres lebih cepat daripada bek tercepat. Dengarkan baik-baik—ini bagian yang paling penting: pemain yang membuat keputusan sederhana secara konsisten biasanya lebih berguna daripada pemain yang mengoleksi gerakan indah tetapi kehilangan bola setiap tiga menit.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q: Apa yang dimaksud teknik dasar sepak bola?
A: Teknik dasar sepak bola adalah keterampilan utama untuk mengontrol, mengirim, membawa, dan merebut bola selama pertandingan. Keterampilan tersebut mencakup kontrol, operan, dribel, tembakan, sundulan, tekel, penjagaan posisi, dan teknik penjaga gawang. Pemula sebaiknya memprioritaskan kontrol dan operan karena keduanya menjadi dasar bagi hampir semua tindakan berikutnya. Latihan dapat dimulai dengan bola, dinding, kerucut, dan pasangan latihan.
Q: Bagaimana cara belajar teknik dasar sepak bola dari awal?
A: Mulailah dengan pemanasan 8–12 menit, kemudian latih kontrol dan operan selama 15–20 menit sebelum menambahkan dribel atau tembakan. Gunakan kedua kaki, mulai dari jarak 3–5 meter, dan tingkatkan tekanan secara bertahap. Latihan dua sampai empat kali per minggu dengan durasi 30–60 menit lebih mudah dipertahankan daripada sesi panjang yang tidak teratur. Catat akurasi dan kehilangan bola setiap minggu.
Q: Apa perbedaan operan dan dribel dalam sepak bola?
A: Operan memindahkan bola kepada rekan, sedangkan dribel membawa bola menggunakan kaki untuk melewati lawan atau memasuki ruang. Operan biasanya lebih cepat untuk menggerakkan bola melintasi lapangan dan mendukung kerja sama 11 pemain. Dribel berguna ketika ruang tersedia atau lawan perlu ditarik keluar, tetapi risiko kehilangan bola lebih tinggi. Keputusan terbaik bergantung pada posisi rekan, tekanan lawan, dan ruang terbuka.
Q: Mengapa kontrol bola sering dianggap teknik terpenting?
A: Kontrol bola dianggap paling penting karena sentuhan pertama menentukan apakah pemain dapat mengoper, menggiring, atau menembak dengan cepat. Bola yang terlalu jauh dari tubuh memberi lawan kesempatan merebutnya, sedangkan kontrol yang diarahkan ke ruang kosong menciptakan waktu tambahan. Latih kontrol kaki bagian dalam, telapak, paha, dan dada menggunakan variasi bola datar serta lambung. Target awal yang masuk akal adalah 8 kontrol berhasil dari 10 percobaan.
Q: Mengapa operan sepak bola sering melenceng?
A: Operan sering melenceng karena kaki tumpu salah posisi, pergelangan kaki tidak terkunci, badan tidak menghadap sasaran, atau pemain tidak memindai sebelum menendang. Tempatkan kaki tumpu di samping bola, gunakan kaki bagian dalam untuk operan pendek, dan ikuti arah sasaran setelah kontak. Latihan operan ke target berjarak 5 meter dapat membantu mengisolasi kesalahan. Setelah akurasi mencapai sekitar 70 persen, tambahkan gerak dan tekanan lawan.
Q: Apakah tekel meluncur wajib dikuasai pemain pemula?
A: Tekel meluncur tidak wajib menjadi prioritas awal karena risikonya lebih tinggi dan kesalahan waktu dapat menghasilkan pelanggaran atau cedera. Pemula sebaiknya menguasai penjagaan posisi, memperlambat serangan, intersep, dan tekel berdiri terlebih dahulu. Tekel meluncur hanya digunakan ketika peluang mengenai bola jelas serta ada perlindungan rekan di belakang. Pelatih harus mengajarkan teknik aman sesuai usia, permukaan lapangan, dan aturan kompetisi.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguasai teknik dasar sepak bola?
A: Pemain pemula biasanya membutuhkan beberapa minggu untuk membangun koordinasi dasar, tetapi penguasaan yang stabil memerlukan latihan berbulan-bulan dan penerapan dalam pertandingan. Latihan 30–60 menit sebanyak dua sampai empat kali per minggu memberi struktur yang realistis. Gunakan indikator konkret seperti akurasi operan, jumlah kontrol berhasil, kehilangan bola, dan penggunaan kaki non-dominan. Kemajuan tidak selalu terlihat dalam skor; kualitas keputusan juga harus dinilai.